Jumat, 06 November 2015

leak

Leak types and possible causes

Types of leak openings include a puncture, gash, rust or other corrosion hole, very tiny pinhole leak (possibly in imperfect welds), crack or microcrack, or inadequate sealing between components or parts joined together. When there is a puncture, the size and shape of the leak can often be seen, but in many other cases, the size and shape of the leak opening may not be so obvious. In many cases, the location of a leak can be determined by seeing material drip out at a certain place, although the leak opening itself is not obvious. In some cases, it may known or suspected there is a leak, but even the location of the leak is not known. Since leak openings are often so irregular, leaks are sometimes sized by the leakage rate, as in volume of fluid leaked per time, rather than the size of the opening.
Common types of leaks for many people include leaks in vehicle tires, causing air to leak out resulting in flat tires, and leaks in containers, spilling the contents. Leaks can occur or develop in many different kinds of household, building, vehicle, marine, aircraft, or industrial fluid systems, whether the fluid is a gas or liquid. Leaks in vehicle hydraulic systems such as brake or power steering lines could cause outleakage of brake or power steering fluid resulting in failure of the brakes, power steering, or other hydraulic system. Also possible are leaks of engine coolant - particularly in the radiator and at the water pump seal, transmission fluid, motor oil, and refrigerant in the air conditioning system. Some of these vehicle fluids have different colors to help identify the type of leaking fluid.
The water supply system or a wastewater system in a house or other building may have a leak in any of numerous locations, causing dripping out or spillage of the water. Gas leaks, e.g. in natural gas lines allow flammable and potentially explosive gas to leak out, resulting in a hazardous situation. Leaks of refrigerant may occur in refrigerators or air conditioning systems, large and small. Some industrial plants, especially chemical and power plants, have numerous fluid systems containing many types of liquid or gas chemicals, sometimes at high temperature and/or pressure. An example of a possible industrial location of a leak between two fluid systems includes a leak between the shell and tube sides in a heat exchanger, potentially contaminating either or both fluid systems with the other fluid. A system holding a full or partial vacuum may have a leak causing inleakage of air from the outside. Hazmat procedures and/or teams may become involved when leakage or spillage of hazardous materials occurs. Leaks while transporting hazardous materials could result in danger; for example, when accidents occur. However, even leakage of steam can be dangerous because of the high temperature and energy of the steam.
Leakage of air or other gas out of hot air balloons, dirigibles, or cabins of airplanes could present dangerous situations. A leak could even be inside a body, such as a hole in the septum between heart ventricles causing an exchange of oxygenated and deoxygenated blood, or a fistula between bodily cavities such as between vagina and rectum.
There can be numerous causes of leaks. Leaks can occur from the outset even during construction or initial manufacture/assembly of fluid systems. Pipes, tubing, valves, fittings, or other components may be improperly joined or welded together. Components with threads may be improperly screwed together. Leaks can be caused by damage; for example, punctures or fracture. Often leaks are the result of deterioration of materials from wear or aging, such as rusting or other corrosion or decomposition of elastomers or similar polymer materials used as gaskets or other seals. For example, wearing out of faucet washers causes water to leak at the faucets. Cracks may result from either outright damage, or wearing out by stress such as fatigue failure or corrosion such as stress corrosion cracking. Wearing out of a surface between a disk and its seat in a valve could cause a leak between ports (valve inlets or outlets). Wearing out of packing around a turning valve stem or rotating centrifugal pump shaft could develop into fluid outleakage into the environment. For some frequently operating centrifugal pumps, such leakage is so expected that provisions are made for carrying away the leakage. Similarly, wearing out of seals or packing around piston-driven pumps could also develop into outleakage to the environment.
The pressure difference between both sides of the leak can affect the movement of material through the leak. Fluids will commonly move from the higher pressure side to the lower pressure side. The larger the pressure difference, the more leakage there will typically be. The fluid pressures on both sides include the hydrostatic pressure, which is pressure due to the weight from the height of fluid level above the leak. When the pressures are about equal, there can be an exchange of fluids between both sides, or little to no net movement of fluid across the leak.



https://en.wikipedia.org/wiki/Leak

PSHT

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau yang dikenal dengan SH Terate adalah suatu persaudaraan "perguruan" silat yang bertujuan mendidik dan membentuk manusia berbudi luhur,tahu benar dan salah, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari sendiri serta mengutamakan persaudaraan antar warga (anggota) dan berbentuk sebuah organisasi yang merupakan rumpun/aliran Persaudaraan Setia Hati (PSH).[1] SH Terate termasuk salah satu 10 perguruan silat yang turut mendirikan Ikatatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada konggres pencak silat tanggal 28 Mei 1948 di Surakarta[2]. Cabang SH Terate tersebar di 200 kota/kabupaten di Indonesia dan komisariat luar negeri di Malaysia, Belanda, Russia (Moskow),Timor Leste,Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Perancis,dengan keanggotaan (disebut Warga) mencapai 8 juta orang.[3]

Sejarah dan Perkembangan PSHT

Pada tahun 1903 di Kampoeng Tambak Gringsing, Surabaya, Ki Ageng Soerodwirjo meletakkan dasar bagi gaya Pencak Silat Setia Hati. Sebelum disebut Setia Hati, latihan Fisik/Gerakan Pencak Silat Setia Hati disebut "Djojo Gendilo Tjipto Muljo" dan untuk ajaran kerokhanian dan spiritual Setia Hati disebut "Sedulur Tunggal Ketjer" disingkat STK.[4] Pada tahun 1917 Ki Ageng Soerodwirjo pindah ke Madiun dan membangun dan mendirikan Persaudaraan "perguruan" Silat bernama Persaudaraan Setia Hati di desa Winongo Madiun. Pada saat itu Persaudaraan Setia Hati bukanlah/belum menjadi organisasi, Setia Hati adalah persaudaraan (kadang) saja di antara siswa, karena pada saat itu organisasi Pencak Silat tidak diizinkan oleh kolonialisme Belanda. "Setia Hati" berarti Setia pada Hati (diri) sendiri". Soerodiwirjo lahir keluarga bangsawan di daerah Gresik (versi lain di Madiun) Jawa Timur, Indonesia, pada kuartal terakhir abad ke-19. Dia dijuluki sebagai "Ngabei" sebuah gelar bangsawan eksklusif yang diberikan oleh Sultan dan hanya untuk mereka yang telah membuktikan dirinya layak secara rohani. Dia tinggal dan bekerja di berbagai lokasi di pulau Jawa dan Sumatera dan belajar gaya Pencak Silat dari berbagai aliran. Di Sumatera juga belajar kerokhanian (kebatinan) pada seorang guru spiritual. Kombinasi ajaran spiritual (kebatinan) dan gaya pencak silat yang terbaik dari berbagai aliran ini yang menjadi dasar untuk silat Setia Hati. Ki Ageng Hadji Soerodiwirjo meninggal pada 10 November 1944 di Madiun.
Pada tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo (pahlawan perintis kemerdekaan 1883-1952), salah satu kadang Setia Hati, meminta izin kepada Ki Ageng Soerodiwirjo untuk mendirikan latihan Setia Hati bagi generasi muda dan diizinkan oleh Ki Ageng Soerodiwirjo, tetapi harus dalam nama yang berbeda. Maka Ki Hardjo Oetomo mendirikan Setia Hati "Pemuda Sport Club"(SH PSC) yang kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club" yang berupa sebuah Organisasi. Organisasi ini kemudian disebut Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT pada tahun 1948 dalam kongres pertama di Madiun. Setelah Perang Dunia II, PSHT terus menyebar ke seluruh Indonesia. Seorang tokoh penting di balik semakin populernya PSHT ini adalah Mas Irsjad yang merupakan siswa pertama Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Mas Irsyad ini juga menciptakan 90 Senam Dasar (Basic Exercise), Jurus Belati (Jurus dengan pisau), dan Jurus Toya (Jurus dengan panjang tongkat) yang membedakan dengan Setia Hati di Winongo. Salah satu siswa Mas Irsjad adalah Mas Imam Koesoepangat (1939-1987) pemimpin spiritual dari PSHT yang turut berjasa membesarkan PSHT. Penggantinya, Mas Tarmadji Boedi Harsono(1987-2014), Saat ini dewan pusat organisasi PSHT dipimpin oleh Kolonel Inf (Purn.) Mas Richard Simorangkir sampai pada Parapatan Luhur digelar pada tahun 2014.

Falsafah dan Ajaran Setia Hati Terate

Falsafah dan Ajaran yang utama dari SH Terate adalah manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri atau ber-SH pada diri sendiri. Tidak ada kekuatan apapun diatas manusia yang bisa mengalahkan manusia kecuali kecuali kekuatan yang dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ajaran tersebut telah menjadi keyakinan bagi semua warga SH Terate sehingga menjadi kekuatan tersendiri bagi anggota secara pribadi maupun persaudaraan. Tidak ada yang ditakuti oleh Warga SH Terate baik dari bangsa manusia maupun yang lain (jin, makhluk halus dan lain-lain) kecuali ketakutan (takwa) pada Tuhan Yang Maha Esa. Selain falasafah dan ajaran sebagaimana tersebut diatas SH Terate juga mengajarkan calon Anggota Persaudaran dengan Seni Beladiri Pencak Silat. Menurut SH Terate setiap seni bela diri timur didasarkan pada filosofi dengan kode etik terkait. Hal ini juga berlaku untuk Pencak Silat. Praktek seni bela diri memiliki tujuan membantu siswa mengembangkan karakter jujur,terbuka dengan hidup sesuai dengan norma-norma dasar dan nilai-nilai seni. Siswa berusaha untuk menjaga keseimbangan (harmoni) dalam jasmani dan rohani, dalam kecerdasan dan juga emosi.
Persaudaraan Setia Hati Terate adalah cara hidup, jalan hidup. Unsur olahraga hanya aspek kecil, salah satu dari banyak batu yang jalan PSHT yang beraspal. Dengan pendekatan yang lebih luas ini, Persaudaraan Setia Hati Terate bukan olahraga pertempuran tetapi seni pertempuran. Sebuah olahraga pertempuran adalah perjuangan dengan yang lain. Sebuah seni pertempuran adalah perjuangan dengan diri sendiri. Falsafah dan Ajaran SH Terate tersebut telah menjadi Prinsip Dasar Setia Hati Terate,untuk mencapai keseimbangan dalam tubuh (jasamani) dan pikiran (rohani), Persaudaraan Setia Hati Terate didirikan pada lima prinsip dasar:
  1. Persaudaraan (Brotherhood atau persaudaraan)
  2. Olah Raga (Sport)
  3. Bela Diri (Self-pertahanan)
  4. Seni Budaya (Seni dan budaya)
  5. Kerokhanian Ke SH-an (pengembangan Spiritual)
Filosofi lengkap dari Persaudaraan Setia Hati Terate dapat dilihat pada simbol-simbol lambang PSHT.

Makna Lambang PSHT

Berikut ini menjelaskan berbagai konsep dan simbol lambang PSHT. Ini mewujudkan bagian dari filosofi Persaudaraan Setia Hati Terate.

Segi Empat

Segi Empat panjang dalam lambang SH Terate adalah bermakna Perisai, perisai bisa berarti benteng atau petahanan diri, seorang warga SH Terate harus bisa membentengi diri sendiri dari segala bentuk ancaman jasmani maupun rohani. segi empat ini juga melambangkan 4 mata arah angin dan ditambah 1 sebagai porosnya

Warna Hitam

Warna Hitam sebagai dasar melambangkan kekal dan abadi. Sesuai semboyannya Selama Matahari bersinar, selama Bumi masih dihuni oleh Manusia, semoga Setia Hati tetap jaya, kekal dan abadi selama-lamanya.

Persaudaraan

Konsep Persaudaraan ini dapat diterjemahkan sebagai "persaudaraan" kepada semua, mengungkapkan visi dan misi bahwa semua orang adalah saudara dan saudari. "Saudara" diterjemahkan baik sebagai "saudara" dan "adik": perempuan juga merupakan bagian dari "persaudaraan". Ini berarti saling menghormati, solidaritas dan kerjasama. Persaudaraan menggantikan budaya,ras,kepercayaan dan afiliasi politik. Persaudaraan kepada semua adalah disamping persaudaraan dengan sesama warga SH Terate adalah juga persaudaraan sesama umat Manusia

Setia Hati

Setia Hati dapat diterjemahkan sebagai "setia pada hati" nya sendiri. Ini menyiratkan bahwa kita harus selalu jujur ​​pada hati seseorang (perasaan emosional) dalam semua keputusan hidup. Emosi-emosi ini, bagaimanapun, harus selaras dengan kognisi rasional seseorang. Apa yang dalam hati sanubari rasakan dan menjadi pemiikiran harus menjadi dasar bagi perkataan maupun tindakan nyata atau perilaku sehari-hari. Jika dua unsur tidak harmonis, maka setiap keputusan yang diambil salah.

Hati Bersinar

Hati bersinar digambarkan dalam lambang, sinar yang berasal dari hati ini adalah representasi simbolis dari konsep persaudaraan: satu mengirimkan pikiran yang baik atau perasaan kepada orang lain. Putih melambangkan cinta dan kebersihan batin. Garis merah di sekitar Hati adalah simbol pertahanan diri: satu bercita-cita untuk persaudaraan dan bahwa yang satu dapat menawarkan orang lain, tapi tidak dengan mengorbankan diri sendiri. Artinya cinta, kasih dan sayang terhadap sesama ada batasnya, cinta,kasih dan sayanag yang tidak terbatas bisa menghancurkan diri sendiri.

Terate

Terate (bunga teratai) adalah bunga yang bisa hidup di darat dan di air. Ini melambangkan tekad, ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi. Bunga ini dapat berkembang di segala kondisi. Di udara. Di dalam air. Dalam kondisi kering dan basah. Warga PSHT juga sama harus mampu beradaptasi dan mengatasi keadaan yang sulit. Dan seperti Terate, meskipun pengaruh negatif dari lingkungan, siswa PSHT mempertahankan kebersihan batin nya.Terate dapat hidup dan mekar di lumpur, tapi mempertahankan keindahan dan kemurnian.

Garis Merah Tegak

Sebuah garis merah vertikal ditemukan di sisi kiri lambang, diapit pada setiap sisi menjadi garis putih. Ini adalah "jalan yang lurus", melambangkan pertumbuhan mental dan spiritual siswa dan Warga PSHT yang lurus dan menegakkan kebenaran. Sata pengesahan menjadi Warga Pertama, calon warga membuat sumpah untuk mengikuti jalan ini dan sesuai dengan aturan-aturan tertentu perilaku. Apabila melakukan pelanggaran sumpah ada konsekuensi yang harus diterima.

Senjata

Pada bagian bawah sejumlah senjata kuning berwarna digambarkan pada lambang. Ini melambangkan jalur fisik bahwa seseorang harus mengikuti untuk akhirnya mencapai pertumbuhan rohani dalam keimanan

Tingkatan Dalam SH Terate

Sebutan untuk anggota Persaudaraan adalah Warga bukan Pendekar seperti pada umumnya Persaudaraan"Perguruan" Silat. Sebutan untuk yang sedang belajar dan berlatih adalah "Adik" Siswa/Murid, sedangkan untuk yang telah disyahkan disebut Warga. Siswa yang masih dalam proses belajar/latihan harus memanggil Mas "kakak" kepada semaua Warga SH Terate.

Siswa

test kenaikan tingkat
ujian kenaikan tingkat
Untuk menjadi anggota Setia Hati Terate, seseorang harus menjalankan latihan fisik dan juga penggemblengan mental spiritual minimal 2 tahun Latihan selama 2 tahun itu dibagi menjadi 4 tingkatan yang masing-masing tingkatn ditempuh selama 6 bulan latihan.

Siswa Polos

Sebutan lain untuk siswa Polos adalah Hitam yang ditandai dengan Sabuk berwarna Hitam. Latihan pada tingkatan ini adalah pengenalan tentang Setia Hati dan Setia Hati Terate, pengenalan gerak dan gerakan yang ada di SH terate dan beberapa Senam dan Jurus Setia Hati Terate. Maksimal Gerak dan Gerakan tangan dan kaki termasuk Senam dan Jurus yang diajarkan pada tingkatan ini adalah 1-2 Pukulan, Tendangan dan Pertahanan, Senam ke-30 dan Jurus ke-6-7.

Siswa Jambon (merah muda)

Siswa tingkat Polos yang lulus pada ujian kenaikan tingkat selanjutnya disebut Siswa Jambon yang ditandai dengan Sabuk berwarna Jambon. Sebutan Jambon mengacu kepada Warna Sabuk pada tingkatan ini yaitu Merah Jambu"buah:Jambu biji" Selain peningkatan pemahaman dan pengamalan ke-SH-an pada tingkatan ini ada penambahan Gerak dan Gerakan maksimal menjadi 3-4 Pukulan,Tendangan dan pertahanan,Senam ke-45 dan Jurus ke 13-14.

Siswa Hijau

Siswa Hijau "basa Jawa ijo" ditandai dengan sabuk berwarna Hijau. Pada tingkatan ini Gerak dan Gerakan tangan dan kaki mencapai 5-6 pukulan,tendangan dan pertahanan,. Jumlah senam antara 46 sampai dengan 60 dan jurus 15 - 20 an. Pada tingkat ini juga mulai diajarrkan senam dan jurus Toya.

Siswa Putih

Siswa Putih adalah tingkatn tertinggi bagi siswa Setia Hati yang di tandai dengan sabuk putih yang sama ukuran dengan polos,jambon dan ijo.Semua gerak dan gerakan tangan dan kaki berupa pukulan,tendangan,pertahanan,senam,jurus termasuk toya, teknik kuncian dan cara melepaskan dan pernafasan telah diberikan semua kecuali jurus ke-36. Secara rohani fisik dan rohani tingkat ini sudah siap menjadi Warga (sebutan Pendekar dalam SH Terate) kecuali siswa yang belum sampai pada persyaratan usia minimal.

Warga

https://id.wikipedia.org/wiki/Persaudaraan_Setia_Hati_Terate

temanggung bersenyum

BERSENYUM di Kota Temanggung

Kota Temanggung berada di Kabupaten Temanggung. Kota ini menjadi pusat pemerintahan dari daerah tersebut. Perkembangan kota ini banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam yang subur di wilayah sekitarnya. Daerah sekitar bukannya justru menjadi hinterland yang dapat diabaikan begitu saja. Kabupaten Temanggung terkenal dengan beragam hasil bumi yang memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan hasil bumi yang sama di daerah lainnya. Kota ini pun mendapatkan “hidup” daru kemampuan menciptakan ketekaitan dengan wilayah sekitarnya ini, misalnya dengan menjadi pusat administrasi pemerintahan daerah maupun menjadi pusat koleksi dan distribusi dari hasil bumi yang diproduksi oleh sekitarnya.
Panorama pegunungan yang dapat dinikmati dari sela-sela bangunan di tengah Kota Temanggung
Panorama pegunungan yang dapat dinikmati dari sela-sela bangunan di tengah Kota Temanggung
Dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Tengah, Temanggung ditempatkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Secara kawasan, Kota Temanggung berada di dalam kawasan yang dikategorikan dalam perkembangan stagnan. Dengan membandingkan kondisi kota ini lima tahun lalu, nampak pertumbuhan secara fisik tidak berlangsung pesat. Namun, secara perlahan kota ini berbenah dengan cara mengembangkan sektor-sektor basis lainnya, diantaranya jasa keuangan dan pariwisata.

Sejarah Kota
Sejarah kota ini dapat dirunut jauh sebelum dinasti Mataram Islam. Keberadaannya sekarang tidak dapat dilepaskan dari sejarahnya tersebut. Konteks sosial politik yang berkembang saat itu mempengaruhi posisi strategis kota, meskipun kondisi fisik geografisnya turut berkontribusi, terutama dalam tahap perkembangan saat ini. Dimulai pada pertengahan abad ke-IX, dibuat Prasasti Wanua Tengah yang menceritakan perubahan status tanah di Desa Wanua Tengah (sekarang disebut Desa Wanua Tengah di Kec. Bulu di sebelah barat kota), yang semula merupakan tanah perdikan atau tanah Simah yang mendapat kebebasan pajak. Perubahan status tanah ini terkait dengan persembahan kepada biara di Pikatan oleh Rakai Panangkaran, berlokasi 3 km dari pusat Kota Temanggung. Permukiman pun tumbuh di daerah ini yang secara perlahan menjadikan daerah sekitarnya menjadi berkembang. Daerah lainnya yang turut berkembang menjadi kota di Kabupaten Temanggung adalah Parakan, yang terletak di sebelah timur Kota Temanggung. Desa ini mulanya berasal dari kata “marak” yang didirikan oleh Prabu Benowo.

Pada pemerintahan Sultan Agung (1613 – 1645), daerah Kedu termasuk ke dalam Jawi Rangkah yang dibagi menjadi 2 bagian. Sebagian dari daerah tersebut disebut sebagai Siti Bumi dan sebagian lagi sebagi Siti Bumijo. Kota Temanggung berada di dalam Siti Bumi. Tahun 1827, Raden Ngabehi Jayanegara menjadi bupati di Menoreh menurut pengangkatan oleh pemerintah Hindia Belanda. Sementara itu, Temanggung menjadi ibukota dari Menoreh. Selanjutnya Temanggung memiliki Asisten Residen dengan pertimbangan keamanan. Pada tahun 1834, Asisten Probolinggo dipindahkan ke Kabupaten Menoreh yang berubah menjadi Kabupaten Temanggung. Tahun-tahun berikutnya adalah saat-saat daerah ini memperoleh status otonominya dengan Kota Temanggung menjadi salah satu dari dua kawasan perkembangan yang berkembang, yaitu Temanggung dan Parakan.
Tugu Tani yang berada di alun-alun Kota Temanggung menunjukkan keunggulan produksi pertanian di Kab. Temanggung
Tugu Tani yang berada di alun-alun Kota Temanggung menunjukkan keunggulan produksi hasil pertanian di Kab. Temanggung
Pada masa kolonialisme Belanda, pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kota Temanggung sebagai pusat pemerintahan dari Keresidenan Menoreh. Pemerintah Hindia Belanda juga membangun jaringan drainase yang keberadaanya sampai saat ini masih dapat ditemukan. Jaringan ini juga masih dimanfaatkan oleh warga kota. Sayangnya, jaringan drainase ini tidak terintegrasi dengan jaringan baru perkotaan.

Tata Ruang Kota
Kota Temanggung berada pada ketinggian rata-rata 650 mdpl. Pertumbuhan kota pada arah selatan dibatasi oleh pegunungan (G. Sindoro dan G. Sumbing) dengan ketinggian mencapai 1.500 mdpl untuk wilayah kabupatennya.

Aksesibilitas kota terbuka dari arah timur – barat yang merupakan jalan kolektor primer. Jalan ini membuka akses kota terhadap kota-kota lain yang berdekatan, seperti Magelang maupun Wonosobo. Sepanjang jalan utama ini tumbuh kegiatan perdagangan dan jasa yang menentukan pula pengelolaan lalu lintas ke dalam maupun ke luar kota. Pasar Kliwon berada di pusat kota baru yang merupakan bagian dari koridor komersil Jl. Sudirman – MT. Haryono. Poros utara – selatan sedikit sekali mempengaruhi pertumbuhan kota. Akses pada jalan ini, terutama adalah kegiatan-kegiatan pada skala lingkungan. Pada arah ini pula merupakan kawasan limitasi, seperti irigasi teknis di kawasan bagian utara maupun perbukitan di bagian selatan.

Terkait dengan aksesibilitas, kota ini menyediakan jalur pedestrian yang berlokasi pada jalan dengan kedalaman lokal sekunder. Dengan pola yang menyebar ke pinggiran kawasan perkotaan, jalur pedestrian ini memberikan kemudahan mobilitas bagi pejalan kaki. Meskipun moda utama yang digunakan untuk transportasi adalah angkotan kota berupa minibus.
Masjid Agung yang menjadi salah satu pusaka kota yang perlu dilindungi, sekaligus menjadi elemen pembentuk struktur kota
Masjid Agung yang menjadi salah satu pusaka kota yang perlu dilindungi, sekaligus menjadi elemen pembentuk struktur kota
Pada umumnya kota-kota pra-kolonial, pusat pemerintahan lama memiliki komponen-komponen tradisional yang turut membentuk struktur ruang sampai saat ini. Tempat kediaman adipati berada berdekatan dengan alun-alun maupun Masjid Agung dan penjara. Pusat lama ini menjadi simbol religius dan kuasa agung raja-raja Jawa yang memerintah. Secara fungsional, komponen-komponen ini pun mengalami transisi, terutama mengarah kepada komersialisasi dibandingkan fungsi spiritual. Terdapat pemanfaatan alun-alun sebagai tempat berjualan maupun usaha informal lainnya.

Pusat yang baru adalah pasar regional yang melayani wilayah kabupaten. Bangunan dengan kepadatan menengah berada di kawasan perdagangan ini dengan pola kegiatan memanjang sepanjang koridor jalan utama. Dengan pengaturan kegiatan yang dilakukan secara tertib, kegiatan di pasar tidak mengganggu lalu lintas kendaraan yang melalui koridor ini. Menuju ke pinggiran kota masih dapat ditemukan sawah dan kebun penduduk yang sangat berperan menyediakan ruang terbuka bagi kota.
Landmark kota - berada di koridor komersial Jl. S. Parman
Landmark kota - berada di koridor komersial Jl. S. Parman
Sosial Ekonomi
Ekonomi basis kota adalah perdagangan. Faktanya, denyut nadi kota ini berada di sepanjang koridor Jl. Sudirman – MT. Haryono, mulai dari subuh hingga malam hari. Komoditas yang diperdagangkan di Pasar Kliwon adalah hasil bumi yang berasal dari daerah sekitarnya, seperti kopi, sayur-mayur, maupun tembakau. Sektor basis ini kemudian menumbuhkan kegiatan ikutan lainnya (sebagai sektor non-basis), diantaranya: transportasi, perbankan, dan lain-lain.

Tidak ditemukan industri skala menengah – besar di kawasan perkotaan ini. Sebagian besar industri berupa industri rumah tangga, seperti tahu maupun cerutu yang tersebar di sejumlah desa. Bentuk industri ini memungkinkan munculnya pengatup pengaman bagi pengangguran, namun dengan skala penyerapan yang terbatas. Untuk memecahkan masalah pengangguran, terdapat inisiatif untuk membangun lembaga pelatihan tenaga kerja yang nantinya berperan untuk menyalurkan sejumlah tenaga kerja ke perusahan-perusahan perorangan dan koperasi.Di beberapa lokasi di dalam kawasan, dapat ditemukan gudang-gudang yang menampung tembakau. Gudang-gudang ini disewakan kepada para pemasok tembakau bagi pabrik-pabrik rokok, seperti Gudang Garam di Kediri.

Sosial Budaya
Pada awal tahun 1990-an, Kota Temanggung mendapatkan penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan ini diperoleh karena kota tersebut mampu menjadi salah satu kota terbersih untuk kategori kota kecil selama lima tahun berturut-turut pada masa itu. Namun, lain dulu lain sekarang. Perhatian yang sedikit menurun terhadap kebersihan, seperti yang diakui sebagian warga kota merupakan perubahan dalam perilaku yang berkembang saat ini. Padahal, kota ini memiliki motto: BERSENYUM (Bersih, Sehat, Nyaman untuk Masyarakat).

Semakin meningkatnya jumlah pengangguran menyebabkan kekhawatiran mendalam dari warga kota. Salah satu akibat yang ditimbulkan dari persoalan tersebut adalah kriminalitas, meskipun tingkatnya masih lebih rendah.

Yang jelas bahwa kekuasaan raja dan para adipati sudah digantikan dengan kekuasaan birokrasi, namun pengaruhnya terhadap tata ruang di pusat kota lama masih ada sampai saat ini. Pendopo Penganyoman, kediaman adipati yang kemudian menjadi kediaman bupati Temanggung masih berdiri sampai sekarang. Alun-alun dipelihara keberadaannya dengan tetap mempertahankan keberadaan pohon beringin yang dikeramatkan.
Pendopo Penganyoman - pusat pemerintahan tradisional yang menjadi rumah dinas bupati Temanggung saat ini
Pendopo Penganyoman - pusat pemerintahan tradisional yang menjadi rumah dinas bupati Temanggung saat ini
Klenteng di pusat kota yang menunjukkan ragamnya keyakinan yang dipeluk penduduk kota
Klenteng di pusat kota yang menunjukkan ragamnya keyakinan yang dipeluk penduduk kota
Penutup
Dalam perkembangannya, kota ini akan banyak dipengaruhi oleh kebijakan regional untuk menempatkan fungsi kota ini ke depan. Sebagai PKL, kota ini berperan sebagai pusat koleksi dan distribusi komoditas dari wilayah kabupaten. Fungsi ini sudah berlangsung dengan baik, meskipun tidak seluruh produk dari wilayah kabupaten mampir ke kota ini. Justru beberapa produk dengan nilai tambah tinggi dijual langsung ke Pusat Kegiatan Wilayah terdekat seperti Kota Magelang dan Wonosobo.

Ada kesadaran akan kondisi pertumbuhan yang stagnan di kalangan birokrat daerah, sehingga pemerintah daerah pun berupaya mencari alternatif lain sebagai ekonomi basis kota. Salah satu pilihannya adalah mengembangkan kegiatan rekreasi dan wisata yang telah ada, seperti: Pikatan, Taman Kartini. Pengembangan pariwisata ini akan sejalan dengan karakteristik sosial budaya warga kota yang terbuka menerima perubahan dan ramah.

Dalam kebijakan regional selanjutnya di dalam RTRW Kabupaten Temanggung, kota ini akan mendapatkan “saingan” berupa pengembangan kawasan agropolitan yang berada di jalan nasional yang menghubungkan Kota Magelang dan Semarang. Kondisi ini sedikit tidak menguntungkan bagi kota ini karena akan menjadikan perkembangan selanjutnya lebih mengarah ke arah timur, yaitu Kranggan dan Secang, kecuali ditemukan formula bagi integrasi dengan kawasan perkotaan yang ada. [ ]

https://gedebudi.wordpress.com/2008/11/13/bersenyum-di-kota-temanggung/

Smargres menjadi kunjungan wisata

Semarang (Paradiso) – Pemerintah Kota Semarang menargetkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara tahun ini mengalami peningkatan hingga 30% dibandingkan 2012 melalui gelaran pesta diskon selama sebulan dalam kemasan Semarang Great Sales (Semargres) 2013.
Kabid Pembina Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Giarsito Sapto Putratmo mengatakan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan serta memeriahkan hari ulang Tahun (HUT) Kota Semarang ke-466, pemerintah kota akan menggelar Semargres pada 7 April-7 Mei mendatang.
“Melalui Semargres ini diharapakan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang tahun ini minimal meningkat 30% dibandingkan 2012 yang mencapai sebanyak 2,8 juta wisatawan domestik maupun mancanegara. Gelaran sebulan pesta diskon yang akan diikuti kurang lebih 500 peserta, baik dari pusat perbelanjaan, pelaku usaha kecil menengah, pengusaha ritel, agen perjalanan wisata, maskapai penerbangan, perhotelan, restoran, serta pedagang kaki lima tersebut optimistis akan mampu menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke Kota Semarang,” ujarnya.
Dikatakan, diskon yang diberikan selama sebulan penuh itu, bervariasi antara 10% hingga 70%, tergantung perusahaan masing-masing serta kemasan yang berbeda, seperti misalnya, buy one get one free, diskon pakaian hingga 50%, pemberian cinderamata, dan lainnya. Dengan menghadirkan event rutin tahunan yang memberikan diskon besar-besaran selama sebulan penuh itu dipastikan kunjungan wsiatawan bakal meningkat, seperti tahun sebelumnya, karena selain menonjolkan potensi objek wisata untuk dijual kepada wisatawan, juga perlu mengangkat wisata kuliner, wisata belanja, dan lainnya.
“Dengan makin banyaknya wisatawan yang hadir dan membelanjakan danaya di Kota Semarang, diharapkan mampu mendongkrak omzet pengusaha dari kelas atas hingga kelas bawah, seiring pertumbuhan perekonomian yang semakin baik,” katanya.
Sementara Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Kota Semarang, Ayu Entis mengatakan gelaran Semargres 2013 diharapkan selain meningkatkan sinergi antara pengusaha dengan pemerintah, juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Kota Semarang karena mulai dari pusat perbelanjaan hingga para Pedagang Kaki Lima (PKL) juga berperan menjadi peserta Semargres 2013.
“Perusahaan peserta Semargres 2013, diharapkan dapat segera mengkonfirmasi diri kepada Pemkot Semarang untuk didaftar, sehingga akan mendpatkan sejumlah insentif dari pemerintah kota, mulai dari promosi, pemberitaan, dan lain sebagaianya,” ungkapnya.
Begitu pula Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jateng, Joko Suratno mengatakan Semargres akan dipromosikan melalui jejaring para agen wisata, baik domestik maupun mancanegara, seperti Singapura dan Malaysia. (*)


http://www.ultimoparadiso.com/lewat-smargres-targetkan-kunjungan-wisata-naik-30.html

Info temanggung

Melancong ke Wisata Alam Posong, Destinasi Baru di Temanggung


MerahPutih Wisata - Wisata Alam Posong, destinasi baru yang eksotis di Temanggung, Jawa Tengah. Pasalnya, wisata alam Posong baru dikenal orang sekitar beberapa tahun lalu.
Posong merupakan obyek wisata yang dirintis oleh masyarakat sekitar sejak awal tahun 2011 dan diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Daya tarik utama tempat ini adalah pemandangan alam dan keindahan sunrise serta sunset.
Kemudian dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung dan beberapa kelompok masyarakat dan pemuda. Lokasi wisata alam Posong sendiri terletak di Desa Tlahap, kecamatan Kedung pada ketinggian sekitar 2.000 mdpl, tidak jauh dari alan-alun Temanggung.
Pemandangan di wisata alam Temanggung ini luar biasa indah. Anda bisa menikmati sunrise dan sunset yang anggun dan cantik. Anda juga bisa menikmati keindahan tujuh puncak gunung sekaligus yaitu Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran dan Gunung Muria. Dengan latar belakangnya adalah Gunung Sindoro.
Selain pemandangan Posong yang memukau, wisata alam Posong Temanggung juga menawarkan wahana aktivitas outdoor seperti flying fox, mendaki, outbound training, trekking lembah dan gunung serta aktivitas menyenangkan lainnya.
Tiketnya cukup murah, dengan membayar sebesar Rp 4.000, anda sudah bisa masuk ke area Posong. Jam buka wisata ini dari pukul 04.00 hingga 17.00 WIB.
Untuk mencapai ke wisata alam Posong, anda bisa berkendara dengan motor atau Mobil. Sedagkan nagi Anda yang berminat untuk menginap, Posong juga membuka tempat berkemah, wisatawan bisa menghubungi pihak pengelola setempat.


http://indonesiana.merahputih.com/wisata/2015/11/06/melancong-ke-wisata-alam-posong-destinasi-baru-di-temanggung/32025/

Tips merawat wajah agar lebih cantik

Caranya dengan :::
  1.  Olahraga teratur agar aliran darah lancar.
  2.  Buatlah masker dari buah-buahan, misalnya bengkoang, alpukat, apel, dll.
  3. Minumlah air putih sehari min. 8 gelas.
  4. Mengkonsumsi sayuran hijau dan buah segar sebagai nutrisi pada kulit.
  5. Tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak, supaya kulit wajah tidak berminyak dan jerawat.
  6. Istirahat secukupnya dengan tidur, karena tidur membuat kulit wajah lentur.

Tips agar badan tetap fit

Nah, pada pos kali saya akan menampilkan cara-cara agar badan tetap bugar, yaitu dengan:
  • Jangan lupa olahraga secara rutin.
  • Makan secara teratur dengan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang, misalnya dengan mengkonsumsi buah-buahan sebagai tambahan gizi.
  • Menjaga kualitas bahan makanan yang di konsumsi. misalnya tidak memakan makanan yang sudah tidak tahan lama (yang membusuk atau basi).
  • Istirahat teratur sesuai dengan kebutuhan.
  • Menjaga kestabilan tubuh, misalnya memakai jaket saat suhu dingin.
  • Pikiran dibuat relax (tidak tegang), karena tegang mempengaruhi pola pikir seseorang.